Breaking News

Sejarah Stasi

SEJARAH
GEREJA KATOLIK
STASI SANTO MIKAEL
WIRADESA
Paroki St. Petrus Pekalongan


Ladang Tuhan di wilayah Wiradesa, baru tergarap ketika Romo A. Welling MSC berkarya di Paroki Pekalongan, dengan mengajar 5 orang katekumen di rumah Bpk. N.F Sunaryo (dulu rumahnya di Gumawang-Wiradesa). Panen perdana terjadi pada tanggal 20 Februari 1966 dengan dibaptisnya 5 orang katekumen tersebut di Gereja St. Petrus Paroki Pekalongan.

Romo H. Loogman MSC

Karya Romo A. Welling MSC, dilanjutkan lebih intensif lagi oleh Romo H. Loogman MSC, dengan menugaskan seorang guru yakni Bpk. N. Mulyono untuk mengajar para katekumen yang semakin bertambah banyak. Sementara misa diadakan 2x sebulan di rumah Bpk. M. Gunadi (dulu rumahnya di Jl. Raya yang sekarang untuk B.N.I Wiradesa). Panen Raya terjadi pada 27 Maret 1968, dengan dibaptisnya 23 orang katekumen oleh Romo H. Loogman MSC di rumah Bpk. M. Gunadi-Wiradesa, tidak di Gereja Paroki (yang dibaptis termasuk Bpk & Ibu M. Gunadi dan beberapa anaknya). Untuk mengenang baptisan masal tersebut yang diadakan di Wiradesa (tidak di Pekalongan), maka pada tanggal 27 Maret 1968 menjadi tonggak sejarah berdirinya Stasi Wiradesa. Denyut Kehidupan menggereja di Stasi Wiradesa semakin nyata. Walaupun tergolong minoritas di Kabupaten Pekalongan, namun pada perayaan Natal stasi tahun 1970, bapak Bupati Pekalongan (waktu itu dijabat oleh AKBP. R. Sutedjo Mangunhardjo) berserta keluarganya berkenan menghadiri perayaan tersebut.

Mgr. P.S Hardjasoemarta MSC

Pada Pertengahan tahun 1974, setelah ditahbiskan menjadi uskup Purwokerto, pada kunjungan pastoral perdananya di Paroki Pekalongan, Mgr. P.S Hardjasoemarta MSC berkenan mempersembahkan misa di Stasi Wiradesa dan dilanjutkan ramah tamah dengan Umat Stasi Wiradesa.

Waktu terus berjalan, sebagaimana lazimnya kehidupan, Stasi Wiradesa juga mengalami masa pasang dan surut dalam kehidupan menggereja umatnya. Dalam tahun 1978, banyak  guru inpres yang beragama Katolik dan bertugas di Wiradesa, juga kepala Pukesmas (Ibu dr. Kingkin), Bimas Katolik (Bpk. Ag. T. Haryoto), Kabag Hukum (Bpk. Y. Suwiryo), Kabag Pemerintahan Umum (Bpk. Alb. Sugianto) berdomisili dan menjadi warga Stasi Wiradesa. Kepengurusan Stasi Wiradesa disusun lebih lengkap sesuai dengan prinsip organisasi yang baik. Pada waktu itu, ditetapkan bahwa pelindung Stasi Wiradesa adalah Malaikat Agung (Malaikat Bala Tentara Surga) SANTO MIKAEL (yang pestanya dirayakan Gereja setiap tanggal 29 September).

St. Mikael

Setelah bertahun-tahun Misa diadakan di rumah Bpk. Alb. Sugianto, maka atas berkat Tuhan pada Tahun 1993, umat stasi Wiradesa dapat membeli Rumah sederhana dan Tanahnya di JL. A. YANI 142 WIRADESA (kapel yang sekarang) untuk dijadikan tempat kegiatan menggereja (Misa, Sekolah Minggu, Pertemuan-pertemuan, dll)


Stasi Wiradesa tampak depan (< 2018)

Berhubung keadaan Rumah Tersebut sudah kurang layak lagi untuk tempat kegiatan, maka pada pertengahan tahun 1996, Umat bergotong royong untuk merenovasi kapel (Gereja). Pada tanggal 19 Agustus 1997, Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr. P.S Hardjasoemarta MSC, didampingi Rm. Kris Wasito, Pr selaku Romo Paroki Pekalongan berkenan untuk memberkati dan meresmikan kapel (Gereja) Stasi Wiradesa. Jumlah Umat Wiradesa saat ini (± 2015) sekitar ± 200 jiwa terdiri dari 45 KK. Kepengurusan cukup lengkap dan selalu mengadakan pertemuan pada masanya setiap dua bulan sekali pada hari Minggu ke-3. Tempat pertemuan selalu berpindah dan bergiliran dirumah para pengurus stasi. Kegiatan Umat yang rutin ialah Perayaan Ekaristi, latihan koor, doa Rosario, arisan pembangunan, bina iman anak, pertemuan ibu - ibu WK, pendalaman kitab suci sebagai bahan doa atau doa ziarah batin.

Tahun berganti tahun, setelah berjalan ± 23 tahun, umat Stasi Wiradesa makin bertambah. Pertambahan ini mengakibatkan pada kurangnya tempat (ruang kapel sudah tidak bisa lagi menampung umat). Maka dari itu, sekitar mulai tahun 2015an sudah ada pencanangan akan adanya renovasi terhadap kapel yang digunakan saat ini. Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan luar, rencana renovasi kapel ini pun tak berjalan.

Setelah lama tak dibicarakan, sekitar pertengahan tahun 2018, rencana renovasi kapel pun ditindaklanjuti. Sebuah kejutan bagi umat stasi, bahwa paroki (DPP dan Romo) mendukung akan adanya renovasi kapel ini. Setelah dibicarakan lebih lanjut, mulai awal tahun 2019, dibentuklah panitia renovasi kapel, dengan susunan Panitia sebagai berikut;

Penanggung Jawab              : Bpk. Stefanus Sukarno (Ketua Stasi)

Ketua I                                 : Bpk. Stefanus Handoyo

Ketua II                                : Bpk. Petrus Joko W

Sekretaris                             : Bpk. Dominikus Galih AB

Bendahara                            : Ibu Rosalia Yulia Sri Rahayu

Tim Renovasi                      :     -. Bpk. Eduardus Rudy Satwono

                                                  -. Bpk. Oktavianus Sandy Yudho Yuwono

                                                  -. Bpk. Yoseph Tites Marianes

                                                  -. Bpk. Surono

                                                  -. Bpk. Tan Han Biaw

                                                  -. Bpk. Stefanus Dedy

                                                  -. Bpk. Nicholas Bambang Wijanarko

Pertemuan demi pertemuan pun diadakan, dimana beberapa kali dihadiri pula oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Pekalongan. Rencana awal renovasi akan dilaksanan pada bulan Februari 2019, namun dengan pertimbangan bahwa masa-masa itu adalah masa kampanye (‘masa panas’) menjelang Pemilu serentak bulan April, maka renovasipun ditunda hingga Pemilu, yakni bulan April. Dengan adanya pertimbangan lagi, bahwa bulan April dekat dengan masa Paskah, maka untuk renovasipun disepakati akan terlaksana setelah perayaan Paskah (Dengan kata lain, perayaan Paskah 2019 adalah Paskah terakhir umat Stasi Wiradesa sebelum renovasi dimulai).

Hari demi hari bergulir, hingga pada bulan Juni, setelah menunggu beberapa lama, proses renovasi pun akan segera dimulai. Tinggal menunggu surat dari Keuskupan Purwokerto, maka renovasipun akan terealisasikan. Tak lama dari itu, akhirnya pihak Keuskupan Purwokerto pun akhirnya menindaklanjuti proses renovasi kapel ini.

Secara Pemikiran, selama proses renovasi kapel nantinya, proses kegiatan menggereja di kapel stasi pun akan terhenti. Namun, setelah dirundingkan bersama, diputuskan bahwa kegiatan menggereja di stasi tidak terhenti hanya karena tempat. Panitia dan Pengurus akhirnya berusaha mensurvei beberapa tempat milik umat yang sekiranya dapat menjadi tempat sementara untuk kegiatan menggereja. Puji Tuhan, akhirnya, setelah survei ke beberapa tempat, ternyata ada umat yang mau meminjamkan tempat miliknya kepada pihak Stasi untuk dijadikan tempat sementara dalam kegiatan menggereja selama proses renovasi berjalan, yakni sebuah tempat (ruko) milik keluarga Bpk. Dian Dianto, yang bertempat tak jauh dari lokasi bagunan stasi ini.

Pada Kamis, 18 Juli 2019, Panitia dan pengurus akhirnya mensurvei tempat sementara yang akan digunakan untuk kegiatan menggereja tersebut, lalu dilakukan pembenahan sedikit dan bersih-bersih agar tempat itu dapat layak dan nyaman digunakan.

Sabtu, 20 Juli 2019 pagi, Kepala tim Pekerja yang akan merenovasi kapel, Bpk. Sis melakukan pengarahan ke tim pelaksana pekerja. Saat itu, dihadiri pula oleh romo Paroki Pekalongan, Rm. Martinus Ngarlan, Pr. Tak sampai disitu, kejutan kembali bagi umat Stasi Wiradesa, dimana  setelah ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Purwokerto (16 Okt 2018 yang lalu), pada kunjungan pastoral perdananya pula di Paroki Pekalongan, Mgr. Christophorus Tri Harsono berkenan menghadiri sekaligus mempersembahkan misa di Stasi Wiradesa pada sore harinya (pada hari dan tanggal yang sama; Sabtu, 20 Juli 2019) Pkl. 18.00 Wib. Kegembiraan dan keakraban terjalin saat itu.

Proses Renovasi Kapel

Kamis, 25 Juli 2019, umat stasi mulai bersama-sama melakukan kerja bakti dengan memindahkan barang-barang peralatan liturgi ke tempat sementara dan mengosongkan kapel. Suasana sangat berkesan, dimana banyak umat mau ikut terlibat ambil bagian dalam kerja bakti ini. Sejak hari inilah, kegiatan stasi sudah dipindahkan ke tempat sementara yang baru (dengan kata lain, Misa Sabtu, 27 Juli 2019 adalah misa pertama di tempat sementara).

Senin, 29 Juli 2019 dimulailah pengerjaan renovasi kapel. Proses renovasi ini dimulai dari bagian tengah bangunan. Gua Maria dan tembok antara kapel dan ruang tengah pun berlahan dibongkar. 

Rabu, 9 Oktober 2019, dipertengahan masa renovasi, Gereja Katolik Stasi St. Mikael Wiradesa mendapatkan tamu sekaligus kabar yang menggembirakan. Hari itu, Bimas Katolik Pusat Jakarta didampingi Bimas Katolik Kabupaten datang dengan membawa kabar gembira bahwa Gereja Katolik Stasi St. Mikael Wiradesa - Paroki St. Petrus Pekalongan telah berbadan hukum.

Hal ini dibuktikan dengan surat dari kementerian agama Republik Indonesia yang dibawa oleh Bimas Katolik Pusat saat itu. Dalam Surat Keputusan tersebut, menerangkan dengan jelas bahwa sejak 20 Desember Tahun 2016, Gereja Katolik Stasi St. Mikael Wiradesa, telah secara SAH berbadan hukum.

Berikut Surat Keputusan tersebut (klik disini)

Direncanakan proses renovasi akan selesai pada bulan November, akan tetapi pada bulan tersebut ternyata renovasi belum dapat terselesaikan. Akhirnya, setelah umat Stasi menunggu disertai dengan doa, sekitar 4 bulan lebih, tepatnya pada Minggu, 8 Desember 2019, proses renovasi Kapel Stasi St.  Mikael Wiradesa Selesai. Walaupun blm 100% jadi, akan tetapi wajah baru dari Kapel telah nampak..

Maka dari itu, mulai tgl. 8 Des tersebut, umat stasi bergotong royong kembali untuk memindahkan barang-barang liturgi, kursi-kursi, dsb dari Kapel Sementara (tempat yang digunakan untuk menggantilan sementara kegiatan-kegiatan stasi) ke Kapel semula (Kapel yg selesai di renovasi).

Sabtu, 14 Desember 2019 (Minggu Adven III) adalah Perayaan Ekaristi Perdana umat Stasi Wiradesa di Kapel yang baru. Dengan kata lain pula, Selasa, 24 Desember 2019 pun merupakan Misa Natal Perdana umat Stasi Wiradesa di Kapel yang baru.

Setelah dinanti-nantikan akan pemberkatan dan peresmian kapel baru, pada Misa Hari Raya Penampakan Tuhan (Sabtu, 4 Januari 2020), Romo Paroki, Rm. Martinus Ngarlan, Pr memberitahu bahwa Uskup Keuskupan Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono berkenan untuk memberkati dan meresmikan kapel Stasi Wiradesa yang baru, yakni dalam Perayaan Ekaristi hari Minggu, 26 Januari 2020.

Perayaan Ekarisi Pemberkatan dan Peresmian Kapel Stasi St. Mikael Wiradesa dilaksanakan pada Perayaan Minggu Biasa III/A, 26 Januari 2020. Bapak Uskup Mgr. Christophorus Tri Harsono memimpin misa didampingi oleh Romo Paroki, RD. Martinus Ngarlan dan RD. Vincencius Suranto.

Tumpeng Pemberkatan Kapel Baru


(kutipan: Buku Katolik Sakpore; Paroki St. Petrus Pekalongan dengan berbagai tambahan)


No comments